Senin, 24 Oktober 2011

Bersama Senja

Aku berdiri di balkon kamarku. Memandangi Sang surya yg mulai kembali ke peraduannya. Langit tak lagi biru. Awan pun kini tak lagi putih.

Kulihat lelaki itu berdiri d sana. Di balkon rumahnya. Tepat di depan rumahku. Tak ada kata yg dapat ku ucap. Karena memang aku tak dapat berucap. Hanya senyuman yg bisa ku perlihatkan. Hanya tangisan yg bisa ku keluarkan. Tanpa kata tanpa suara.

"Rea !" panggil lelaki bernama Adit itu. " lihat senja juga?" tanyanya. Aku mengangguk dan tersenyum. Dia membalas senyumku. Tuhan, betapa aku menyukai lelaki ini. Dia kembali menatap langit.

Aku memanggil namanya. Tanpa suara. Lalu menggerakkan jemariku membentuk sebuah kalimat yg dalam bahasaku..
" aku menyukaimu. Sangat menyukaimu. "

Dia tetap diam. Tidak menyadari apa yg baru saja kulakukan. Biarlah seperti ini. Biarkan aku mencintainya tanpa kata. Karena tanpa katapun cintaku membahagiakan. Biar Tuhan yg menyampaikan kata cintaku untuknya. Bersama senja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar